Aceh, SULTRAVOX.COM – Guna memulihkan akses air layak konsumsi, Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengirimkan tujuh unit mesin pengolah air berteknologi Ultra Filtration (NUF) ke tiga kecamatan paling terdampak bencana di Aceh Utara.
Wakil Kepala Markas PMI Sultra, Roy Riswon Yohan, menjelaskan bahwa teknologi ini dikerahkan khusus untuk menyaring air dari sungai dan sumur-sumur warga yang keruh di desa-desa yang masih terisolasi, hingga jaringan PDAM setempat kembali pulih.
“Kami, PMI Sultra yang turun langsung ke Aceh, fokus pada pengadaan air bersih buat penyintas bencana di tiga kecamatan. Rencananya, kami akan menyebar tujuh mesin pengolah air bersih, NUF Filtration buatan Italia,” ujar Roy, Senin (29/12/2025).

Kehadiran PMI Sulawesi Tenggara di tengah penyintas bencana Aceh membawa angin segar bagi warga di Kecamatan Langkahan, Baktiya, dan Sawang yang selama ini kesulitan mendapatkan air layak.
“Ini semua adalah daerah-daerah yang paling terdampak dan masih ada beberapa desa yang terisolasi. Di sana itu sumber air sama sekali tidak ada, masih mengandalkan air sungai yang sangat keruh,” tuturnya.
Lebih jauh, Roy menjelaskan bahwa laporan pendataan mencatat rincian warga yang tersebar di tiga kecamatan. Di Desa Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, terdapat 512 KK dengan total 2.030 jiwa. Kemudian di Kecamatan Langkahan, tepatnya Desa Geudumbak, tercatat 315 KK (1.951 jiwa), serta di Desa Blang Reuling, Kecamatan Sawang, terdata sebanyak 250 KK dengan jumlah 1.100 jiwa.

Diketahui, PMI Sultra mulai bertugas di Aceh sejak tanggal 19 Desember 2025 dan akan kembali pada 19 Januari 2026. Selama satu bulan tersebut, PMI Sultra akan mengoperasikan tujuh mesin pengolah air bersih agar kebutuhan dasar para pengungsi serta warga di desa terpencil terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana.
MA







